Posisi Tidur yang Baik untuk Penderita Skoliosis

Bengkoknya tulang belakang atau skoliosis, kadangkala membuat penderitanya perlu mencari posisi tidur yang baik.

Bisa saja kelengkungan tulang belakang akan diperburuk dengan cara Anda tidur. Itulah alasan mengapa tidur yang tepat menjadi salah satu langkah sehat untuk mencegah perburukan derajat lengkungan tersebut.

Posisi Tidur

Bukan berarti posisi tidur yang salah dapat memperburuk derajat skoliosis. Namun, posisi tidur yang tepat dapat membantu Anda tidur secara optimal dan meminimalisasi nyeri.

Posisi tidur dapat memainkan peran kunci dalam mengelola rasa nyeri dan mengoptimalkan pernapasan.

Namun kurva lengkungan tulang belakang yang abnormal dapat menyebabkan Anda sulit menemukan posisi yang nyaman.

Secara umum, posisi yang terbaik untuk tidur adalah tulang belakang dalam posisi netral.

Pilihan posisi tidur:

  • Samping (salah satu sisi) — Lebih dari 60 persen orang Amerika berbaring di salah satu sisi, dan menganggap posisi ini yang paling nyaman. Posisi ini membantu menjaga tulang belakang agar tetap lurus dan netral, yang dapat meminimalisasi tekanan pada saraf tulang belakang. Agar dapat lebih nyaman, Anda dapat meletakkan bantal di antara kaki. Manfaat lain untuk posisi tidur ini termasuk meminimalisasi risiko terjadinya apnea saat tidur (sleep apnea = gangguan saat tidur yang bisa menyebabkan henti napas), agar mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik, dan menjaga sirkulasi otak tetap baik.
  • Telentang — Meskipun hanya 14 persen orang Amerika tidur telentang, dan posisi ini dapat mendistribusikan berat badan Anda secara merata sehingga tidak menekan di salah satu titik saja.
  • Hindari tidur telungkup, karena dapat membuat punggung lebih melengkung dan menempatkan leher di posisi yang tidak wajar, dan tekanan berlebihan pada tulang belakang. Saat tidur telungkup, Anda perlu memutar kepala sehingga posisi tulang belakang akan melengkung dan tidak sejajar.

Gunakan Penyangga

Penempatan bantal yang tepat dapat membantu menopang lekuk tubuh sambil menjaga agar tulang belakang tetap dalam posisis netral di malam hari.

Untuk kepala, hindari bantal besar — ​​karena dapat ‘mendorong’ tulang belakang Anda dan dapat berisiko dapat mengganggu pernapasan serta rasa nyeri pada leher. Pilihlah bantal kecil atau handuk yang digulung.

Bergantung pada jenis lengkungan skoliosis, mungkin tips berikut dapat bermanfaat:

  • Kurva lengkungan di toraks atau punggung atas —tidur telentang dengan bantal tipis di bawah tulang belikat dapat membantu menghilangkan tekanan ke tulang belakang. Jika Anda lebih suka tidur miring (salah satu sisi), bantal yang terselip di antara kaki dapat membantu menopang tulang belakang.
  • Kurva lengkungan di pinggang atau punggung bawah — selipkan bantal baik langsung di bawah atau di atas punggung bawah sebagai penyangga tambahan. Mungkin juga bisa menambahkan bantal kecil di bawah leher.

Untuk membantu memastikan posisi tidur yang baik untuk kondisi skoliosis Anda sebaiknya dikonsultasikan dulu dengan dokter.

Pilih dan gunakan jenis kasur yang pas untuk membantu kualitas tidur.

Rasa nyeri dan tidak nyaman akibat skoliosis dapat meningkat ketika tidur jika kasur yang digunakan terlalu keras atau terlalu empuk. Maka dari itu pilihlah kasur atau busa dengan kualitas yang cukup baik.

Pilihlah kasur yang mampu membantu menopang dan menjaga struktur tubuh Anda.

Kasur yang terlalu keras akan menekan tulang punggung yang membengkok dan akan membuat nyeri berlebihan.

Sementara itu, kasur yang terlalu empuk juga dapat berisiko menambah rasa nyeri, terlebih saat bangun tidur di pagi hari.

Sebaiknya gunakan kasur busa dengan ketebalan yang sedang dan dengan tingkat kekerasan yang cukup.

Pilihlah kasur busa yang sekiranya bisa bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Skoliosis Derajat Berat

Pada kasus skoliosis dengan derajat berat kadangkala perlu menggunakan korset.

Korset ini bisa saja menimbulkan rasa tidak nyaman bahkan saat tidur sekalipun.

Namun korset ini sekarang sudah dibuat dari bahan yang lebih ringan sehingga lebih fleksibel dan bahkan bisa dipakai saat tidur sekalipun.

Untuk membantu Anda merasa nyaman dengan skoliosis yang dialami, bisa dengan melakukan olahraga yang bermanfaat dapat meningkatkan sirkulasi darah.

Dokter mungkin akan menyarankan menjaga korset agar tetap kering. Jika korset menjadi lembab dapat berisiko menimbulkan ruam pada kulit.

Namun tidur di posisi yang “salah” tidak akan membuat skoliosis memburuk, namun itu dapat berisiko memperburuk gejala yang Anda rasakan.

Tidak setiap posisi tepat untuk semua orang pada umumnya, tetapi satu posisi penting untuk dihindari bagi skoliosis adalah tidur tengkurap.

Untuk berbaring di lantai tidak disarankan dan sebagai gantinya, penderita skoliosis harus tidur di atas kasur yang semi-keras dan memungkinkan lekukan tulang belakang ‘tenggelam’ ke kasur dan didukung oleh permukaan kasur yang relatif keras.

Temukan posisi senyaman Anda saat tidur, berbaring, duduk, dan bahkan saat berjalan. (berbagai sumber)

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Warung Jati Barat No. 34, RT007/005, Kalibata, Jakarta 12760

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

marketingklinik@gmail.com

Book Online

Appointment Now

Konsultasi Via Call Center