Perubahan kurfa tulang belakang, lordosis, kifosis, skoliosis

Seringkali pengetahuan mengenai tulang belakang terabaikan begitu saja karena kurangnya rasa ingin tau terhadap tubuh sendiri. Hal ini adalah pertanda buruk karena banyak orang menjadi tidak perduli dan menomor duakan kesehatan tulang belakang sehingga tak sedikit dari mereka yang mengalami cidera pada tulang belakang atau tulang punggung bengkok. Sebagai mahluk vertebrata, perlu kita mempelajari bagian yang paling esensial bagi manusia yakni tulang belakang. Dibawah ini akan kita bahas bersama-sama mengenai penjelasan dasar mengenai tulang belakang, posisi all-natural tulang belakang, fungsi tulang belakang dan manfaat menjaga postur normal.

Penjelasan dasar: rangkaian tulang belakang

Tulang belakang terbentuk dari serangkaian tulang yang disebut segmen (vertebrae), diantara segmen-segmen tersebut terdapat sendi dan bantalan yang terdiri dari lapisan berstruktur (disk ). Tulang belakang terletak memanjang dari bagian bawah tengkorak kepala kita sampai bagian pelvis (tulang panggul). Pada dasarnya segmen-segmen tersebut terdiri dari; cervical 7 buah, thoracic 12 buah, lumbar 5 buah dan sisanya adalah sacrum 5 buah and coccyx 4 buah. Khusus pada sacrum dan coccyx, sewaktu bayi segmen tulang ini terpisah, namun kemudian menyatu sehingga sacrum dan coccyx masing-masing dihitung singular. Jadi, bayi mempunyai lebih banyak jumlah segmen pada tulang belakangnya yakni tiga puluh tiga buah sedangkan manusia dewasa memiliki dua puluh enam segmen.

Sesuai keterangan diatas, segmen-segmen tersebut selalu diselingi dengan lapisan berstruktur. Apakah lapisan berstruktur itu? Lapisan berstruktur ialah bantalan yang kaya akan fiber dan memiliki inti yang kenyal seperti agar-agar. Dalam gambar rangka tulang belakang biasanya lapisan ini tidak terlalu jelas, untuk itu perhatikan secara detail pada tiap ruas segmen tulang belakang. Secara medis, lapisan ini sering disebut sebagai’invertebral disk’ atau’disc’ saja. Fungsinya tidak lain untuk menghindari benturan antara tulang dan meringankan daya yang berlebihan dari aktifitas seperti berjalan atau melompat.

Posisi Natural tulang belakang

Zaman dulu, posisi tulang belakang yang lurus dianggap sebagai posisi yang organic. Hal ini disebabkan karena tulang belakang lurus dikaitkan dengan bentuk tulang belakang manusia yang diciptakan lurus pada masa bayi. Anggapan ini kemudian terbukti tidak akurat setelah dilakukan penelitian lebih lanjut. Seiring pertumbuhan, tulang belakang akan membentuk kurvatur mirip huruf “S”. Kurvatur ini terbentuk karena tulang belakang menyesuaikan dengan perubahan fisiologis manusia. Pada bayi, tulang belakang yang lurus memudahkan untuk melingkarkan tubuh bayi secara sempurna selama dikandungan. Seiring pertumbuhan, ketika bayi sudah mulai belajar mengangkat kepalanya, kurva pada cervical mulai terbentuk, sedangkan pada saat bayi belajar berdiri kurva pada lumbar terbentuk. Kedua kurva yang membentuk sedikit cekungan itu disebut juga sebagai kurva sekunder. Oleh karena proses alamiah tersebut, kurvatur”S” ini dikenal sebagai bentuk paling organic dari tulang belakang manusia.

Fungsi tulang belakang

Pertama, fungsi tulang belakang sebagai structural assistance; menopang bagian atas tubuh (kepala, bahu, dan dada) dan menyambungkan dengan bagian bawah tubuh (perut, pelvis). Disaat menopang bagian-bagian tubuh, dengan bersamaan tulang belakang juga menjaga keseimbangan dan mendistribusikan berat tubuh ke bawah. Bila kurva organic bisa dijaga dengan baik, tulang belakang dapat mengoptimalkan fungsinya untuk membagi berat pada tiap sektor sesuai kapasitas masing-masing. Sektor-sektor tersebut antara lain; Bagian atas / cervical menopang kepala, bagian tengah / thoracics menopang organ-organ pada wilayah dada, bagian bawah / atas menopang gut (perut). Alhasil, pelvis (tulang panggul) dapat mentransmisikan berat tubuh secara seimbang sampai ke tanah/pijakan.

Fungsi keduanya yakni menempatkan persendian pada posisi yang stabil. Apabila seseorang memiliki kelainan pada tulang belakangnya, misalnya memiliki tulang belakang yang sangat lurus, tidak menutup kemungkinan ia bisa terkena cidera. Mengeliminir kurva normal dapat menyebabkan distribusi berat lebih banyak pada bagian bawah tubuh serta persendian beradu dan terbebani. Hal ini bisa membuat tulang belakang menjadi ringkih. Makadari itu, penting untuk menjaga keidealan posisi tulang belakang agar terhindar dari cidera tulang belakang atau patah tulang.

Baca Juga : Brace, Hingga Terapi Bedah Pada Skoliosis

Berbagai kelainan pada tulang belakang

Tulang belakang terdiri dari tulang kecil yang bertumpuk satu sama lain. Normalnya, tulang belakang sejajar, lurus ke bawah, dan sedikit melengkung. Tulang belakang yang mengalami gangguan memiliki kelengkungan yang berlebihan sehingga tulang menjadi tidak sejajar.

Skoliosis

Orang dengan skoliosis mempunyai tulang belakang yang melengkung ke samping. Lengkungan tulang bisa berbentuk seperti huruf S atau C. Sudut kelengkungan pada skoliosis bisa terjadi dalam rentang kecil sampai besar. Tapi, jika kelengkungan sudah mencapai lebih dari 10 derajat, maka ini sudah dianggap sebagai skoliosis. Orang dengan skoliosis bisa dilihat dari bahu atau pinggulnya yang tidak rata.

Kifosis

Kelengkungan yang terjadi pada punggung atas (lebih dari 50 derajat) dinamakan dengan kifosis. Orang dengan kifosis terlihat dari postur tubuhnya yang membungkuk. Kifosis paling sering terjadi pada wanita yang sudah tua, ini berhubungan dengan usia dan osteoporosis.

Beberapa hal yang bisa menyebabkan kifosis adalah:

  • Postur tubuh yang buruk
  • Radang sendi
  • Osteoporosis
  • Spina bifida, cacat lahir di mana terbentuk celah pada tulang belakang bayi
  • Penyakit Scheuermann, kondisi yang menyebabkan tulang punggung atas terangkat, seperti punuk
  • Infeksi tulang belakang
  • Tumor pada tulang belakang
  • Perkembangan tulang punggung yang tidak ordinary selama masa kehamilan (kifosis kongenital)

Lordosis

Lordosis terjadi jika tulang belakang pada punggung bawah melengkung ke depan secara berlebihan. Normalnya, tulang pada punggung bawah memang melengkung, tapi jika lengkungan terlalu masuk ke dalam, ini disebut dengan lordosis. Lordosis dapat memengaruhi punggung bawah dan leher Anda.

Lordosis bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti:

Achondroplasia, di mana tulang tumbuh tidak normal karena mutasi genetik, sehingga akan menghasilkan perawakan tubuh yang pendek

Spondylolisthesis, di mana tulang belakang tergelincir ke depan, sehingga menyebabkan kelengkungan

  • Osteoporosis
  • Distrofi otot
  • Obesitas
  • Diskitis, peradangan pada ruang di antara tulang belakang

Apakah saya mengalami kelainan tulang belakang?

Untuk mengetahui apakah Anda mengalami gangguan tulang belakang atau tidak, Anda bisa memeriksakannya ke dokter. Dokter dapat mendiagnosis gangguan tulang belakang dengan mengambil riwayat medis Anda dan keluarga, melakukan pemeriksaan fisik, dan menggunakan sinar-X (rontgen). Rontgen dapat menunjukkan apakah ada gangguan pada tulang belakang dan juga dapat mengukur seberapa besar kelengkungan tulang belakang yang terjadi.

Selain itu, Anda juga bisa melihat dari tanda-tanda yang ada, seperti:

  • Tanda skoliosis: bahu dan pinggul terlihat tidak sejajar (salah satu sisi terlihat lebih tinggi), tubuh cenderung lebih miring ke satu sisi
  • Tanda kifosis: kepala lebih terlihat maju ke depan dibandingkan bagian tubuh lainnya, punggung atas terlihat lebih melengkung
  • Tanda lordosis: adanya celah antara punggung bawah dan lantai saat berbaring di permukaan yang datar, bokong lebih terlihat menonjol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Warung Jati Barat No. 34, RT007/005, Kalibata, Jakarta 12760

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

marketingklinik@gmail.com

Book Online

Appointment Now

Tanya Syaraf Kejepit