Dampak Adanya Skoliosis

Skoliosis merupakan kelainan rangka tubuh dimana kondisi melengkungnya. Kelainan ini menyebabkan otot atau saraf disekitarnya tidak dapat berfungsi baik. 80% kasusnya tidak diketahui penyebabnya, sementara sisanya dikarenakan kelainan lain seperti sindrom down atau distrofi otot. Pengidap kelainan tulang skloliosis membutuhkan penanganan bila kondisi sudah parah, seperti sulit bernafas, nyeri hebat dipunggung kesatu sisi, dan kemiringan lebih dari 55 persen, sudah dipastikan operasi diperlukan pada stadium 4 ini. Operasi adalah pilihan untuk mengkoreksi lengkungan pada tulang belakang yang dari 45-50 derajat pada pasien dewasa. Pilihan ini diambil setelah perawatan non operatif tidak berhasil. Tujuan operasi skoliosis menghentikan lengkungan dan mengkoreksi deformasi.

Efek Samping Operasi Tulang Skoliosis

Penderita Skoliosis yang akhirnya melakukan operasi mengedukasi diri tentang perubahan fisik yang diperoleh setelah operasi. Tubuh kita ketika mendapatkan benda asing yang berfungsi meluruskan tubuh menimbulkan berbagai reaksi dikarenakan tubuh masih daa penyesuaian dan penis dalam perlu pembiasaan. Sebelum melakukan operasipun, pasien diberikan surat persetujuan pelaksanaan operasi yang beberapa resiko operasi. Operasi tulang skoliosis memiliki berbagai resiko seperti efek samping operasi tulang berikut adalah beberapa efek samping operasi skoliosis.

1. Keterbatasan Gerak

Dengan adanya ceramic dipunggung yang permanen otomatis banyak aktifitas fisik yang tidak bisa dilakukan sama sekali. Gerakan sederhana seperti membungkuk dan meloncat akan sulit dilakukan. Bagi penderita masih akan dari pelajaran olah raga that is absen that is dibangku untuk waktu lama. Pasien jua tidak dapat membawa tas atau memberi beban apapun pada punggung serta harus waspada agar tidak terjatuh. Olahraga yang memiliki gerakan rotasi tulang golf, memanah, dan baseketball tidak bisa dilakukan selamanya.

Pilihan sehat untuk penderita skoliosis setelah operasi adalah olah raga renang, yoga dan pilates yang bersifat melemaskan otot. Dengan punggung yang telah dioperasi, akan lebih lurus dan pasien menjadi lebih tinggi. Keterbatasan gerak memerlukan dukungan dan motivasi terus menerus dari pihak keluarga, kerabat dan lingkungan sekitar.

Penderitanya seperti orang yang tidak bisa bergerak banyak, sehingga penjelasan akan kelainan yang diderita akan terus dijelaskan is geraked by seringkali keterbatasan. Sehingga pasien senantiasa harus memerlukan semangat dan dukungan.

2. Infeksi

Sebelum operasi. Operasi tulang skoliosis membuat sayatan kemungkinan efek samping dari operasi skoliosis infeksi luka bisa saja terjadi. Oleh karena itu jahitan perlu rapih seperti jahitan caesar yang bagus. Jahitan akan memerlukan beberapa waktu untuk kering. Gejala infeksi pada luka operasi termasuk bagian yang luka menjadi panas, merah, bengkak dan menyebabkan rasa sakit. Ciri lainnya pasien akan mengalami demam dan bekas luka mengeluarkan cairan.

Penanganan untuk efek samping ini adalah dengan dokter sesegera mungkin. Pasien disarankan tidak menyepelekan setiap gejala yang menunjukkan ketidak wajaran. Infeksi cukup mudah penangganannya. Dokter umumnya akan meresepkan antibiotik yang digunakan secara teratur dan terpantau.

3. Kerusakan saraf

Efek samping skoliosis dapat disebabkan oleh faktor manusia. Oleh karena itu tenaga dokter bedah selalu didampingi oleh asisten dan jumlahnya lebih dari satu. Karena penting untuk memeriksa alat vital yang bereaksi negatif selama proses operasi. Karena bila ada dalam operasi menyebabkan operasi gagal bahkan menyebabkan mortalitas.

Pendukung digunakan untuk selalu memonitor semua alat key selama operasi untuk mencegah kerusakan bagian lain dari tubuh. Kerusakan saraf dapat atau bahkan menyebabkan kelumpuhan lain.

 

Baca Juga : Perubahan kurfa tulang belakang, lordosis, kifosis, skoliosis

 

4. Kegagalan Fusi ( Penyatuan Tulang)

Efek samping skoliosis lainnya adalah kegagalan operasi dikarenakan pencil dengan tulang tidak menyatu. Kesuksesan dari penyatuan ini tidak disimpulkan secara instant. Tubuh kita ketika adanya asing didalam tubuh, membutuhkan beberapa waktu untuk terbiasa. Pada umumnya tersebut waktu sekitar tiga bulan agar penyatuan benar-benar sempurna. Keberhasilan proses ini juga sangat bergantung pada kecakapan pasien dalam berhati-hati dalam membatasi gerakannya. Pasien akan terbatas dalam melakukan gerakan sholat tidak membungkuk atau meloncat. Bila pasien terpeleset dalam masa ini, besar kemungkinan penyatuan tulang tidak berhasil.

5. Inkontinensia

Kondisi yang sangat jarang terjadi sebagai efek samping operasi skoliosis ini mungkin terjadi dikarenakan komplikasi dalam operasi. Besar kemungkinannya saraf yang mengendalikannya terluka sehingga mempengaruhi fungsinya secara keseluruhan. Pemantauan setelah akan dapat mendeteksi gejala ini, untuk dapat melakukan perawatan tergantung dengan kondisi pasien setelah operasi.

6. Perlu Operasi lanjutan

Operasi lanjutan baik dikarenakan skoliosis kesalahan dalam operasi. Operasi skoliosis memberikan perubahan fisik dari tubuh penderitanya. Bentuk tulang yang bisa mempengaruhi ketegangan pada persendian. Pada kasus tertentu kadang dibutuhkan tambahan pen setelah dilakukan operasi tulang skoliosis. Kondisi ini tidak langsung segera setelah operasi, bahkan sebelum gejala tersebut muncul. Adapula efek samping operasi tersebut adalah operasi lain seperti operasi syaraf fistula, kondisi dimana bagian tersebut berkurang fungsinya dikarenaan situasi yan kurang mendukung ketika operasi. Walaupun kemungkinan ini terjadi, namun mengetahuinya adalah bagian dari kesiapan menghadapi operasi.

7. Paralisis atau lumpuh

Kesuksesan operasi skoliosis umumnya memiliki tingkat keberhasilan. Namun selain faktor media, kondisi saat operasi dan kehendak yang maha kuasa, terdapat kurang dari kasus skoliosis yang berakhir dengan kelumpuhan. Fakta ini perlu dipahami dan didiskusikan oleh pihak dokter dan seluruh anggota keluarga. Namun bila akhir mengatakan sebaliknya, setiap tentu menghaparkan keberhasilan, baik pasien dan keluarga perlu siap menghadapinya.

Namun bila kondisi pasien yang memungkinkan seperti sehat, usia masih dalam pertumbuhan dan faktor pendukung lainnya, operasi memiliki kesempatan besar memperbaiki kualitas hidup penderita skoliosis.

Pemulihan setelah operasi memerlukan monitor berkelanjutan serta konsultasi intensif. Tentunya setiap prosedur operasi memiliki resiko. Operasipun bervariasi bisa karena kesalahan dalam operasi, badan yang menolak perubahan tubuh, ketelatenan pasien selama pemulihan serta faktor lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Warung Jati Barat No. 34, RT007/005, Kalibata, Jakarta 12760

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

marketingklinik@gmail.com

Book Online

Appointment Now

Tanya Syaraf Kejepit