Cara Mengatasi Skoliosis 20 Derajat

Skoliosis adalah bentuk tulang belakang melengkung atau membengkok. Tulang belakang bengkok ini tidak mudah untuk diidentifikasi.

Bila seseorang memperlihatkan tanda-tanda yang berkaitan dengan skoliosis, biasanya akan disarankan menjalani pemeriksaan fisik dan sinar-X untuk menegaskan adanya pembengkokan tulang belakang yang abnormal.

Dilanjutkan dengan pengukuran menggunakan suatu alat metrik yang disebut “sudut Cobb”, untuk mengidentifikasi derajat skoliosis pada tiap tulang belakang yang mengalami pembengkokan.

Tulang belakang disebut normal jika sudut Cobb kurang dari 10 derajat (karena tidak ada yang benar-benar lurus). Perkiraan 10 derajat biasanya digunakan sebagai ambang batas diagnosis tulang belakang bengkok.

Jika sudut Cobb mengidentifikasi lebih dari 20 derajat, direkomendasikan menjalani perawatan secara rutin untuk mencegah pembengkokan lebih parah yang selanjutnya dapat berisiko menyebabkan sejumlah masalah kesehatan.

Dalam banyak kasus, perawatan juga disarankan pada penderita skoliosis ringan, antara 10-20 derajat, meski bergantung pada faktor-faktor berbeda secara individual.

Dari penelitian Mukaromah (2011), angka kejadian skoliosis di Jakarta sekitar 4-4,5% dan lebih banyak diderita oleh perempuan daripada laki-laki. Sedangkan hasil skrining pada siswa umur 9-16 tahun di Surabaya didapatkan prevalensi skoliosis dengan kurva lebih dari 10 derajat sebesar 2,93% dan juga lebih banyak diderita oleh perempuan (Budi, 2011).

Tidak Butuh Perawatan Khusus

Skoliosis ringan (kurang dari 20 derajat) bukan kondisi serius, sehingga tidak membutuhkan perawatan khusus. Meski begitu tetap harus dipantau kondisinya.

Secara umum, semakin tua usia anak, semakin berkurang penambahan derajat pembengkokan. Para ahli memperkirakan tulang punggung yang membengkok akan bertambah 10 persen di antara usia 13-15 tahun, sedangkan pada anak di atas usia 15 tahun akan bertambah empat persen.

Dalam beberapa kasus berat, dan jarang terjadi, tulang akan membengkok memburuk bahkan setelah menjalani perawatan dan pada masa akhir masa pertumbuhan, karena tekanan akibat berat badan dan melawan tulang yang membengkok abnormal.

Studi Lonstein dan Carlson (1984) yang diterbitkan dalam Journal of Bone and Joint Surgery  menunjukkan, anak-anak usia ≤ 10 tahun dengan kelengkungan 5-19 derajat memiliki risiko sebesar 45% untuk bertambah, dan bila ada kelengkungan lebih dari 20-29 derajat risiko tersebut menjadi lebih besar.

Untuk kelengkungan sedang tersebut, di usia 11-12 tahun ada kemungkinan berisiko sebesar 61% untuk bertambah dan pada usia ≥ 15 tahun, risiko tersebut menjadi 16%. Penelitian selanjutnya menunjukkan data yang sangat mirip.

Sebisa mungkin, lakukan perawatan. Jika pembengkokan ringan (kurang dari 15-20 derajat), dokter akan menyarankan untuk memonitor perkembangan tulang belakang yang membengkok. Penderita biasanya disarankan untuk menjalani pemeriksaan sinar-X setiap 4-6 bulan selama masa pertumbuhan, dan kemudian setahun sekali.

Pemeriksaan Fisik

Uji skrining yang paling sering digunakan untuk mendiagnosis skoliosis adalah metode ‘Adam test’. Badan anak membungkuk ke depan, kedua tangan menjuntai, kedua kaki dirapatkan, dan lutut ditegakkan. Tulang belakang yang membengkok akibat skoliosis akan lebih jelas saat tubuh dalam posisi tersebut. Dokter akan memeriksa daerah tulang rusuk yang tidak seimbang, satu bagian lebih tinggi daripada satunya, maupun kelainan bentuk lainnya.

Pemeriksaan fisik lain meliputi:

-Jalan jinjit dengan jari-jari kaki, kemudian dengan tumit, lalu melompat dengan satu kaki. Hal itu dimaksudkan untuk mengetahui keseimbangan dan kekuatan kaki

-Mengukur panjang kaki dan tendon, yang mungkin menyebabkan satu kaki tidak sama panjang atau masalah tulang belakang lain

-Menilai kemungkinan terdapatnya saraf yang melemah dengan menguji refleks, sensasi saraf, dan fungsi otot.

Perawatan Skoliosis 20 Derajat

Skoliosis ringan pada anak atau remaja biasanya direkomendasikan untuk menggunakan korset penyangga tulang belakang.

Rencana perawatan didasarkan pada penyebab skoliosis, derajat dan posisi tulang yang membengkok, dan usia penderita. Perawatan non-operasi meliputi observasi. Tidak ada perawatan atau perlakuan khusus pada tulang yang membengkok kurang dari 20 derajat. Observasi merupakan standard perawatan bilamana skoliosis tidak menyebabkan nyeri.

Sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin ke spesialis tulang belakang untuk memonitor perkembangan tulang yang membengkok.

Perlu diperhatikan, meski disebut ringan yang bisa diartikan tidak berbahaya, sesungguhnya bisa berisiko mengalami perkembangan pada tulang yang bengkok secara signifikan. Risiko tersebut bisa mencapai 100 persen pada anak-anak kecil begitu diketahui menderita skoliosis 20 derajat atau lebih. Itu sebabnya, akan sangat bermanfaat menjalani perawatan preventif untuk mengurangi pembengkokan pada masa-masa awal.

Kadangkala, skoliosis yang tidak diobati dapat menyebabkan kelainan bentuk tulang belakang yang parah, menyakitkan, dan mengakibatkan individu tersebut tidak dapat bekerja atau berjalan dengan normal. Itu sebabnya perlu dilakukan monitoring secara teratur untuk mengetahui kemungkinan terjadinya perubahan kelengkungan tulang belakang.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Warung Jati Barat No. 34, RT007/005, Kalibata, Jakarta 12760

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

marketingklinik@gmail.com

Book Online

Appointment Now

Tanya Syaraf Kejepit