Brace, Hingga Terapi Bedah Pada Skoliosis

Kelengkungan unnatural tersebut bisa terjadi karena kelainan kongenital, kelainan pembentukan tulang atau kelainan neurologis, tapi pada sebagian kasus bersifat idiopatik atau terjadi karena kebiasaan atau kecelakaan.

Fisioterapis  skoliosis dapat terjadi sejak balita dan kanak-kanak yaitu usia 0-3 tahun (infantile), 4-9 tahun (juvenile), 10-19 tahun (teenager ), dan lebih dari 19 tahun (grownup ).

Sayangnya, masyarakat masih kurang menyadari pentingnya edukasi skoliosis dan Berbagai Macam Cara mengobati skoliosis , padahal prevalensi skoliosis makin meningkat yaitu sekitar 3 percent di dunia dan 4%-5% di Indonesia.

Misalnya keadaan bahu yang asimetris/miring, tonjolan tulang bahu, kurva yang terlihat, pinggul miring dan pinggang miring.

Bisa juga melakukan pengecekan dengan membungkuk. Yakni mengecek punuk di punggung atas dan mengecek punuk di bawah punggung.

Terapi Nonoperasi

Jika terdeteksi adanya kelainan, maka penderita dapat melakukan berbagai perawatan, tanpa harus melalui operasi atau terapi nonoperasi. Terapi ini menjadi harapan baru bagi pasien skoliosis karena dapat mengkoreksi kurva derajat secara besar.

Umumnya, terapi nonoperasi yang dilakukan yaitu penggunaan brace, exercise, dan latihan fisik dengan alat fisioterapi untuk mengurangi rasa nyeri.

terapi nonoperasi melalui brace terbukti mengurangi lengkung atau kurva pada kasus umum skoliosis dan khyphosis, mengurangi sakit, memperbaiki postur tubuh, memperlambat pertumbuhan kurva pada anak, memperbaiki bentuk tubuh dengan mengurangi tonjolan tulang iga serta mensejajarkan bahu dan pinggang.

“Brace sangat berperan mengkoreksi kurva terutama bagi pasien yang memiliki kurva lebih dari 30 derajat dan ditambah melakukan workout sesuai dengan bentuk kurva, bukan workout konvensional,”

Hal ini diamini oleh Cynthia yang baru sekitar 7 bulan terakhir mengenakan brace. Wanita yang aktif sebagai penari Bali ini mengaku takut melakukan operasi sehingga selama ini dia hanya melakukan terapi biasa. Namun, derajat kelengkungannya justru bertambah menjadi 53 hingga 55.

Akhirnya setelah mencoba menggunakan brace dibantu dengan latihan fisik serta berbagai latihan sesuai arahan sejak 7 bulan terakhir, kurvanya turun menjadi sekitar 30-an derajat. “Saya ingin sembuh tapi saya takut operasi, akhirnya saya memilih terapi nonoperasi dengan menggunakan brace, ternyata lengkungan tulang punggung saya turun,” tuturnya bahagia.

Jika Anda merasa mudah lelah saat terlalu lama duduk atau berdiri, waspada karena mungkin Anda mengidap skoliosis. Salah satu penyakit dimana terdapat kelainan bentuk struktur tulang belakang yang ditandai dengan bagian punggung yang melengkung ke samping. Maka dari itu Anda mesti benar-benar menjaga tulang belakang, bisa dimulai dengan kebiasaan kecil, seperti duduk di couch minimalis atau tidur di dataran yang empuk. Pilihan kedua adalah ternyata skoliosis ini dapat diringankan dengan melalukan olahraga tertentu secara rutin. Apa saja sih olahraganya? Agar tidak salah pilih, yuk baca dulu sebelum berolahraga!

Baca Juga : Spina Bifida dan Skoliosis Pada Anak

 

1. Berenang

Berenang khususnya dengan gaya bebas dapat mengurangi tekanan pada tulang belakang sehingga mengurangi rasa pegal. Sebaliknya, hindari gaya berenang dengan gaya dada. Tak hanya aman bagi penderita skoliosis dan menguatkan otot punggung, tekanan atmosphere sangat membantu menambah ketahanan jantung dan paru-paru tanpa memperparah skoliosis.

2. Yoga

Yoga itu penting untuk memperkuat otot-otot di punggung, terlebih saat melakukan posisi kayang. Ketika Anda melakukannya secara teratur, Anda akan mencapai lebih banyak mobilitas di seluruh tulang belakang Anda. Meskipun terasa sakit pada beberapa percobaan awal, punggung akan terasa lebih enak jika dilakukan secara rutin. Dengan melakukan pose-pose yoga khusus untuk kesehatan tulang belakang, ruas-ruas tulang belakang yang berdekatan dan bengkok dapat diregangkan serta perlahan-lahan disesuaikan agar kembali ke dalam posisi vertikal kembali ordinary.

3. Sit Up

Olahraga lain yang bisa dijadikan pilihan bagi penderita skoliosis adalah situpward , salah satu workout untuk membangun otot dengan memaksa otot punggung bekerja semaksimal mungkin. Exercise lain yang mendukung adalah back upward, cobra workout dan alternative superman. Seluruh rangkaian latihan bisa dilakukan 20-30 menit. Lakukan pemanasan terlebih dulu agar otot-otot menjadi lentur.

4. Bersepeda

Bersepeda memiliki efek positif pada kepadatan dan kekuatan tulang sehingga, secara otomatis, kerangka tulang akan menguat. Selain itu, bersepeda dapat menguatkan otot, dan otot yang kuat mampu melindungi sistem kerangka. Dengan cara ini, tulang belakang diperkuat dan dilindungi terhadap stres eksternal yang dapat membantu mengurangi kemungkinan sakit punggung dan masalah lainnya.

5. Strengthening Trunk

Salah satu bentuk senam ini dapat mengaktifkan otot-otot tulang belakang dan dapat memperbaiki tulang belakang yang tidak lurus. Caranya, ambil posisi telungkup di atas matras, diikuti tangan serta kepala. Saat mengangkat ini, usahakan hanya perut yang menempel pada matras. Tahan hingga 10 hitungan lalu ulangi sebanyak 5 kali.

6. Stretching Thoraxal

Gerakan olahraga ini efektif untuk mengobati pembengkokan tulang belakang pada thoraxal atau bagain atas. Caranya, berdiri tegak, buka kaki selebar bahu, kemudian tekuk siku dan letakkan tepat pada dada samping. Tangan yang lain diangkat di atas kepala. Liukkan badan ke samping ke arah tangan yang ditekuk. Tahan hingga 10 hitungan dan ulangi sebanyak 5 kali.

7. Fleksibilitas Punggung

Gerakan ini terdiri atas empat gerakan yang terfokus pada punggung. Gerakan ini dilakukan secara rileks dengan membungkukkan badan ke depan, belakang, samping kanan dan kiri. Tangan mengikuti arah badan ditekuk. Jika ke samping, tangan diangkat dan diletakkan di atas kepala, sedangkan tangan yang lain bebas. Tahan setiap pose selama 10 detik kemudian ulangi sebanyak 5 kali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Warung Jati Barat No. 34, RT007/005, Kalibata, Jakarta 12760

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

marketingklinik@gmail.com

Book Online

Appointment Now

Konsultasi Via Call Center